distribusi penduduk


MAKALAH DASAR KEPENDUDUKAN
DISTRIBUSI PENDUDUK


DOSEN:
NIA MUSNIATI, SKM, MKM

DISUSUN  OLEH
Saptuti Mubarokah – 190515019
PRODI KESHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS  MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
TAHUN AJARAN 2019-2020









BAB I
PENDAHULUAN

1.      Pengertian persebaran penduduk

Persebaran penduduk adalah bentuk dari penyebaran penduduk disuatu wilayah atau negara, yang mana apakah penduduk dinegara atau wilayah tersebut tersebar dengan merata atau tidak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arti persebaran penduduk adalah penyebaran suatu penduduk pada suatu wilayah ke wilayah yang lainnya dalam suatu negara dan dapat menjadi indikator apakah sudah merata atau tidak persebaran penduduk didalam suatu negara tersebut.
Jumlah penduduk di Indonesia tergolong sangat besar, namun persebaran penduduknya ternyata tidak merata. Konsentrasi persebaran penduduk sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor yang diantaranya seperti faktor sejarah, kondisi fisik misal seperti relief, ketinggian tempat, kesuburan tanah dan kondisi air.

Dan salah satu permasalahan mengenai persebaran penduduk di Indonesia adalah telah terjadinya ketimpangan antara penduduk yang tinggal dipulau Jawa dengan penduduk yang berada diluar pulau Jawa. Adapun luas pulau Jawa hanya berkisar kira-kira diantara 7% dari luas nasional, akan tetapi penduduk yang tinggal dipulau Jawa mencapai hingga 60% dari penduduk Indonesia. Hal tersebut dapat terjadi yang disebabkan oleh faktor sejarah, yaitu sejak pada zaman penjajahan bahkan sejak zaman kerajaan pulau Jawa telah menjadi pusat pemerintahan.

2.      TUJUAN

1.      Mengetahui pengertian persebaran penduduk.

2.      Mengetahui factor yang mempengaruhi suatu penduduk.

3.      Mengetahui upaya yang dapat dilakukan.


BAB II

PEMBAHASAN

 

1.      Pengertian kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata penduduk setiap km2 pada suatu wilayah.

A.    Faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk

Adapun dibawah ini terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah adalah antara lain sebagai berikut :
1. Faktor fisiografis
Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, subur, relief yang baik, cukup air dan daerahnyaawam.
2. Faktor biologi
Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah berbeda. Hal ini disebabkan adanya perbedaan tingkat kematian, kelahiran dan angka perkawinan.
3. Faktor kebudayaan dan teknologi
Daerah yang masyarakatnya maju, pola berpikirnya bagus dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang terbelakang.

4.       ukuran kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk dapat dinyatakan dengan dua ukuran, yaitu kepadatan penduduk aritmatika dan kepadatan penduduk agraris. Berikut penjelasan lebih detailnya :
1. Kepadatan penduduk aritmatika
Biasanya disebut juga dengan istilah kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk rata-rata setiap km2.
Kepadatan penduduk (aritmatika) = Jumlah Penduduk : Luas Wilayah (km2)
2. Kepadatan penduduk agraris
Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah rata-rata penduduk petani per 1 kilometer persegi luas lahan pertanian.
Kepadatan penduduk agraris = Jumlah petani : Luas lahan pertanian (km2)
Jumlah penduduk di suatu wilayah tidaklah tetap , namun akan selalu berubah (bertambah atau berkurang) sering dengan perjalanan waktu. Pertambahan penduduk terjadi karena angka kelahiran dan angka kematian tidak seimbang , dimana angka kelahiran lebih besar dari angka kematian. Pertambahan penduduk juga dipengaruhi selisih angka penduduk yang masuk dan keluar suatu wilayah . Pertambahan penduduk suatu wilayah berupa angka-angka yang kongkrit dalam pertamahan setiap tahunnya, sedangkan pertumbuhan penduduk berupa besaran prosentasenya saja.
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya. Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain seperti, pulau Provinsi Mentawai tahun 2016.
Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau, dapat berakibat pada terjadinya tekanan-tekanan penduduk.
1.      Pengertian Penduduk
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
1.      Orang yang tinggal di daerah tersebut,
2.      Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.
Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ.Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonmi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.
2.      Persebaran/Distribusi Penduduk
Persebaran penduduk secara umum adalah Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau Negara.
Persebaran penduduk dapat dibagi menjadi dua:
1.      Persebaran penduduk berdasarkan geografis
Persebaran penduduk secara geografis adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas alam seperti pantai, sungai, danau dan sebagainya.
2.      Persebaran penduduk berdasarkan administrasi pemerintahan
Persebaran penduduk secara administrasi adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas wilayah administrasi yang ditetapkan oleh suatu negara, misalnya jumlah penduduk di desa A atau di kecamatan B.
A.    Persebaran penduduk berdasarkan geografis
Ketidakmerataan penduduk disebabkan oleh beberapa faktor :
1)      Faktor alam (kesuburan tanah,ketersediaan air,dan iklim).
2)      Faktor sosial dan ekonomi (kemampuan suatu wilayah untuk menyediakan sumber penghidupan bagi penduduk di wilayah itu).
3)      Faktor budaya (meliputi pendidikan, kesempatan kerja, pengangkutan dan penghubung).
4)      Faktor politik (dengan adanya pemberontakan dan peperangan maka banyak penduduk yang pindah, sehingga akan mempengaruhi persoalan penduduk).

1.      Upaya mengatasi Persebaran Peduduk yang Tidak Merata
Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. 
Upaya-upaya tersebut adalah:
1.      Pemerataan pembangunan.
2.      Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.
3.      Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan alamnya.
2.      Untuk mengatasi kepadatan penduduk, pemerintah menggalakkan program transmigrasi. Adapun jenis-jenis transmigrasi yang ada adalah :
1.      Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung pemerintah ditujukan untuk penduduk yang memenuhi syarat.
2.      Transmigrasi spontan/swakarsa, yaitu transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung sendiri. Pemerintah hanya menyediakan lahan pertanian dan rumah.
3.      Transmigrasi lokal, yaitu transmigrasi yang dilakukan dalam satu wilayah provinsi.
4.      Transmigrasi khusus/sektoral, yaitu transmigrasi yang dilakukan karena penduduk       terkena bencana alam.
5.      Transmigrasi bedol desa, yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk desa berikut pejabat-pejabat pemerintahan desa.
contoh tabel

DISTRIBUSI PENDUDUK INDONESIA MENURUT KEPULAUAN MENTAWAI PROVINSI SUMATERA BARAT 2016
 Persebaran penduduk berdasarkan administrasi pemerintahan

Indonesia terdiri dari 34 provinsi
Dari ke-34 provinsi ini, Jawa Barat mempunyai penduduk terbanyak dengan perkiraan 43 juta orang,  sementara Kalimantan Utara memiliki penduduk paling sedikit dengan 600 ribu orang. Papua memiliki  wilayah yang paling luas, meliputi 319,036 kilometer persegi, sementara Daerah Khusus Ibukota Jakarta  adalah yang paling sempit dengan 664 kilometer persegi. Sebaliknya, provinsi dengan populasi terpadat  adalah Jakarta, dengan 12,786 orang/kilometer persegi; sementara populasi paling jarang terdapat di Papua,  dengan 8 orang/kilometer persegi.
A.    Pedesaan dan Perkotaan
Persebaran penduduk dapat dikategorikan menurut  tempat tinggalnya, yaitu :
  • 1.      Perkotaan
  • 2.      Pedesaan

Menurut UU no. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Bab 1 pasal 1:
1.      Daerah pedesaan adalah kawasan yang  mempunyai kegiatan utama, pertanian, termasuk  pengelolaan sumber daya alam, dengan susunan  fungsi kawasan sebagai tempat permukiman  pedesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
2.      Kawasan perkotaan adalah kawasan yang  mempunyai kegiatan utama bukan pertanian,  dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat  pemukiman perkotaan, pemusatan, dan distribusi  jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan  ekonomi.

 Masyarakat Pedesaan

Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. 
Masyarakat Perkotaan
Pengertian Kota Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini.
§  Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
§  Max Weber
Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
§  Dwight Sanderson
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama.

Peraturan kepala BPS no 37 2010 tentang klasifikasi perkotaan dan perdesaan di indonesia. 
1.      Perkotaan adalah status suatu wilayah administrasi setingkat desa/kelurahan yang memenuhi kriteria klasifikasi wilayah perkotaan.
2.      Perdesaan adalah status suatu wilayah administrasi setingkat desa/kelurahan yang belum memenuhi kriteria klasifikasi wilayah perkotaan.

Kriteria wilayah perkotaan adalah persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan keberadaan/akses pada fasilitas perkotaan, yang dimiliki suatu desa/kelurahan untuk menentukan status perkotaan suatu desa/kelurahan.

Fasilitas perkotaan yang dimaksud :
  • ·         Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK)
  • ·         Sekolah Menengah Pertama
  • ·         Sekolah Menengah Umum
  • ·         Pasar
  • ·         Pertokoan
  • ·         Bioskop
  • ·         Rumah Sakit
  • ·         Hotel/Bilyar/Diskotek/Panti Pijat/Salon
  • ·         Persentase Rumah Tangga yang menggunakan Telepon dan Persentase Rumah Tangga yang menggunakan Listrik.


A.    Nilai/skor kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan keberadaan/akses pada fasilitas perkotaan yang dimiliki ditetapkan.
B.    Contoh distribusi menurut provinsi
C.    Distribusi menurut kecamatan, desa/kelurahan
Makna persebaran penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk disuatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Persebaran penduduk yang tidak merata dapat menyebabkan permasalahan seputar ketersediaan sumber daya manusia, terutama bagi daerah yang luas dan potensi sumber daya alam yang relative besar sedangkan makna kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata penduduk setiap km2 pada suatu wilayah.





DAFTAR PUSTAKA 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DISTRIBUSI NORMAL